-->

Perjalanan Dalam Hidupku..

aku melangkahkan kaki, berjalan, melihat, mentafsir, jatuh tersungkur lalu bangkit semula kemudian berjalan kembali ke destinasi….

sweet

LoVe


Wednesday, December 19, 2012

KeMaTiAn...


Kematian  juga  dikemukakan  oleh  Al-Quran  dalam   konteks
menguraikan  nikmat-nikmat-Nya  kepada  manusia. Dalam surat
Al-Baqarah (2): 28 Allah mempertanyakan  kepada  orang-orang
kafir.
 
     "Bagaimana kamu mengingkari (Allah) sedang kamu
     tadinya mati, kemudian dihidupkan (oleh-Nya),
     kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya
     kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya."
 
Nikmat yang diakibatkan  oleh  kematian,  bukan  saja  dalam
kehidupan   ukhrawi   nanti,  tetapi  juga  dalam  kehidupan
duniawi, karena tidak dapat  dibayangkan  bagaimana  keadaan
dunia kita yang terbatas arealnya ini, jika seandainya semua
manusia hidup terus-menerus tanpa mengalami kematian.
 
Muhammad Iqbal menegaskan bahwa mustahil  sama  sekali  bagi
makhluk  manusia  yang  mengalami perkembangan jutaan tahun,
untuk  dilemparkan  begitu  saja  bagai  barang  yang  tidak
berharga.  Tetapi itu baru dapat terlaksana apabila ia mampu
menyucikan dirinya secara terus menerus. Penyucian jiwa  itu
dengan  jalan menjauhkan diri dari kekejian dan dosa, dengan
jalan amal saleh. Bukankah Al-Quran menegaskan bahwa,
 
     "Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman
     kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa
     atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan
     hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu
     yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia
     Mahamulia lagi Maha Pengampun" (QS Al-Mulk [67]:
     1-2).1
 
Demikian  terlihat  bahwa  kematian  dalam  pandangan  Islam
bukanlah  sesuatu  yang  buruk,  karena di samping mendorong
manusia untuk  meningkatkan  pengabdiannya  dalam  kehidupan
dunia  ini,  ia  juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki
kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati.
 
KEMATIAN HANYA KETIADAAN HIDUP DI DUNIA
 
Ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan bahwa kematian
bukanlah  ketiadaan  hidup  secara  mutlak, tetapi ia adalah
ketiadaan hidup di dunia,  dalam  arti  bahwa  manusia  yang
meninggal pada hakikatnya masih tetap hidup di alam lain dan
dengan cara yang tidak dapat diketahui sepenuhnya.
 
     "Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang
     gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu
     hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QS
     Ali-'Imran [3]: 169).
     
     "Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang
     yang meninggal di jalan Allah bahwa 'mereka itu
     telah mati,' sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu
     tidak menyadarinya" (QS Al-Baqarah [2]: 154).
 
Imam Bukhari meriwayatkan melalui sahabat Nabi Al-Bara'  bin
Azib,  bahwa  Rasulullah Saw., bersabda ketika putra beliau,
Ibrahim, meninggal dunia, "Sesungguhnya untuk dia  (Ibrahim)
ada seseorang yang menyusukannya di surga."
 
Sejarawan Ibnu Ishak dan lain-lain meriwayatkan bahwa ketika
orang-orang  musyrik  yang  tewas  dalam  peperangan   Badar
dikuburkan    dalam    satu    perigi    oleh    Nabi    dan
sahabat-sahabatnya, beliau  "bertanya"  kepada  mereka  yang
telah  tewas  itu,  "Wahai  penghuni perigi, wahai Utbah bin
Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ummayah bin Khalaf; Wahai  Abu
Jahl   bin   Hisyam,  (seterusnya  beliau  menyebutkan  nama
orang-orang yang di dalam perigi itu satu per  satu).  Wahai
penghuni  perigi!  Adakah  kamu  telah  menemukan  apa  yang
dijanjikanTuhanmu itu benar-benar ada? Aku  telah  mendapati
apa yang telah dijanjikan Tuhanku."
 
"Rasul. Mengapa  Anda  berbicara  dengan  orang  yang  sudah
tewas?"  Tanya  para  sahabat.  Rasul menjawab: "Ma antum hi
asma' mimma aqul minhum,  walakinnahum  la  yastathi'una  an
yujibuni  (Kamu  sekalian tidak lebih mendengar dari mereka,
tetapi mereka tidak dapat menjawabku)."2
 
Demikian beberapa teks keagamaan yang dijadikan alasan untuk
membuktikan bahwa kematian bukan kepunahan, tetapi kelahiran
dan kehidupan baru.
 
MENGAPA TAKUT MATI?
 
Di atas telah dikemukakan beberapa faktor  yang  menyebabkan
seseorang merasa cemas dan takut terhadap kematian.
 
Di sini akan dicoba untuk melihat lebih jauh betapa sebagian
dari  faktor-faktor  tersebut  pada  hakikatnya  bukan  pada
tempatnya.
 
Al-Quran  seperti  dikemukakan  berusaha menggambarkan bahwa
hidup di akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia.
 
     "Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu
     daripada dunia" (QS Al-Dhuha [93]: 4).
 
Musthafa  Al-Kik  menulis  dalam   bukunya   Baina   Alamain
bahwasanya  kematian  yang dialami oleh manusia dapat berupa
kematian mendadak seperti serangan  jantung,  tabrakan,  dan
sebagainya,  dan  dapat  juga merupakan kematian normal yang
terjadi melalui proses  menua  secara  perlahan.  Yang  mati
mendadak  maupun  yang normal, kesemuanya mengalami apa yang
dinamai sakarat al-maut (sekarat)  yakni  semacam  hilangnya
kesadaran yang diikuti oleh lepasnya ruh dan jasad.
 
Dalam  keadaan  mati  mendadak,  sakarat  al-maut  itu hanya
terjadi beberapa saat singkat, yang mengalaminya akan merasa
sangat  sakit  karena  kematian  yang dihadapinya ketika itu
diibaratkan oleh Nabi Saw.- seperti "duri yang berada  dalam
kapas,  dan  yang dicabut dengan keras." Banyak ulama tafsir
menunjuk ayat Wa nazi'at gharqa (Demi malaikat-malaikat yang
mencabut  nyawa  dengan  keras)  (QS  An-Nazi'at  [79]:  1),
sebagai isyarat  kematian  mendadak.  Sedang  lanjutan  ayat
surat     tersebut     yaitu    Wan    nasyithati    nasytha
(malaikat-malaikat yang mencabut ruh  dengan  lemah  lembut)
sebagai   isyarat   kepada   kematian  yang  dialami  secara
perlahan-lahan.3
 
Kematian yang melalui proses lambat itu dan yang  dinyatakan
oleh  ayat  di  atas  sebagai "dicabut dengan lemah lembut,"
sama keadaannya dengan proses yang  dialami  seseorang  pada
saat  kantuk  sampai  dengan  tidur. Surat Al-Zumar (39): 42
yang  dikutip   sebelum   ini   mendukung   pandangan   yang
mempersamakan  mati  dengan tidur. Dalam hadis pun diajarkan
bahwasanya tidur identik dengan kematian. Bukankah doa  yang
diajarkan  Rasulullah  Saw.  untuk  dibaca  pada saat bangun
tidur adalah:
 
     "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami
     (membangunkan dari tidur) setelah mematikan kami
     (menidurkan). Dan kepada-Nya jua kebangkitan
     (kelak)."
 
Pakar tafsir Fakhruddin Ar-Razi, mengomentari surat Al-Zumar
(39): 42 sebagai berikut:
 
     "Yang pasti adalah tidur dan mati merupakan dua
     hal dari jenis yang sama. Hanya saja kematian
     adalah putusnya hubungan secara sempurna, sedang
     tidur adalah putusnya hubungan tidak sempurna
     dilihat dari beberapa segi."
 
Kalau  demikian.  mati  itu  sendiri  "lezat  dan   nikmat,"
bukankah   tidur   itu   demikian?  Tetapi  tentu  saja  ada
faktor-faktor ekstern yang dapat menjadikan  kematian  lebih
lezat dari tidur atau menjadikannya amat mengerikan melebihi
ngerinya   mimpi-mimpi   buruk   yang    dialami    manusia.
Faktor-faktor  ekstern  tersebut muncul dan diakibatkan oleh
amal manusia yang diperankannya dalam kehidupan dunia ini
 
Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Imam   Ahmad   menjelaskan   bahwa,  "Seorang  mukmin,  saat
menjelang kematiannya, akan didatangi oleh  malaikat  sambil
menyampaikan  dan  memperlihatkan  kepadanya  apa yang bakal
dialaminya setelah kematian. Ketika itu tidak ada yang lebih
disenanginya  kecuali  bertemu  dengan Tuhan (mati). Berbeda
halnya  dengan  orang  kafir  yang   juga   diperlihatkannya
kepadanya  apa  yang bakal dihadapinya, dan ketika itu tidak
ada sesuatu yang lebih dibencinya  daripada  bertemu  dengan
Tuhan."
 
Dalam surat Fushshilat (41): 30 Allah berfirman,
 
     "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa
     Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan
     pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada
     mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa
     takut dan jangan pula bersedih, serta
     bergembiralah dengan surga yang dijanjikan Allah
     kepada kamu.'"
 
Turunnya  malaikat  tersebut  menurut  banyak  pakar  tafsir
adalah  ketika  seseorang  yang sikapnya seperti digambarkan
ayat di atas sedang menghadapi  kematian.  Ucapan  malaikat,
"Janganlah  kamu  merasa  takut"  adalah  untuk  menenangkan
mereka menghadapi maut  dan  sesudah  maut,  sedang  "jangan
bersedih"   adalah   untuk  menghilangkan  kesedihan  mereka
menyangkut persoalan dunia yang ditinggalkan  seperti  anak,
istri, harta, atau hutang.
 
Sebaliknya Al-Quran mengisyaratkan bahwa keadaan orang-orang
kafir ketika menghadapi kematian sulit terlukiskan:
 
     "Kalau sekuanya kamu dapat melihat
     malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang
     kafir seraya memukul muka dan belakang mereka
     serta berkata, 'Rasakanlah olehmu siksa neraka
     yang membakar' (niscaya kamu akan merasa sangat
     ngeri)" (QS Al-Anfal [8]: 50)
     
     "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di
     waktu orang-orang yang zalim berada dalam
     tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para
     malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata,
     'Keluarkanlah nyawamu! Di hari ini, kamu dibalas
     dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kamu
     selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang
     tidak benar, dan karena kamu selalu menyombongkan
     diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS Al-An'am [6]:
     93).
 
Di  sisi  lain,  manusia  dapat  "menghibur"  dirinya  dalam
menghadapi   kematian  dengan  jalan  selalu  mengingat  dan
meyakini bahwa semua manusia pasti akan mati. Tidak  seorang
pun  akan  luput  darinya,  karena  "kematian  adalah risiko
hidup." Bukankah Al-Quran menyatakan bahwa,
 
     "Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS Ali
     'Imran [3]: 183)
     
     "Kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk
     seorang manusiapun sebelum kamu. Apakah jika kamu
     meninggal dunia mereka akan kekal abadi? (QS
     Al-Anbiya' [21]: 34)
 
Keyakinan  akan  kehadiran  maut  bagi  setiap  jiwa   dapat
membantu meringankan beban musibah kematian. Karena, seperti
diketahui, "semakin banyak yang terlibat dalam  kegembiraan,
semakin   besar   pengaruh   kegembiraan   itu   pada  jiwa;
sebaliknya,  semakin  banyak  yang  tertimpa  atau  terlibat
musibah, semakin ringan musibah itu dipikul."
 
Demikian  Al-Quran  menggambarkan kematian yang akan dialami
oleh manusia taat dan durhaka, dan demikian kitab suci  irõi
menginformasikan   tentang  kematian  yang  dapat  mengantar
seorang mukmin agar  tidak  merasa  khawatir  menghadapinya.
Sementara, yang tidak beriman atau yang durhaka diajak untuk
bersiap-siap menghadapi berbagai ancaman dan siksaan.
 
Semoga kita semua mendapatkan keridhaan Ilahi dan surga-Nya.
[]
 
Catatan kaki:
1 Tajdid Al-Fikr Al-lslami, 134.
2 Muhammad Husain Haikal, Sejarah Hidup Muhammad: 259.
3 Musthafa Al-Kik, hlm. 67


Posted by AMIRAH95 at 12:21 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, April 27, 2012

Petua Penawar Kepenatan


Bagi mengatasi kepenatan melaksanakan tugas-tugas seharian sama ada di rumah mahupun di tempat kerja, bolehlah jadikan petua yang diajar oleh Rasulullah s.a.w. kepada puteri kesayangannya Saidatina Fatimah sebagai penawarnya. Suatu hari Saidatina Fatimah mengadu kepada suaminya Saidina Ali bin Abu Talib tentang kesakitan pada tangannya kerana keletihan menggiling gandum un...tuk membuat roti.

Inilah penawar ringkas yang Nabi s.a.w. ajarkan kepada anak dan menantunya bagi meringankan keletihan dan kesusahan hidup mereka berdua. "Apa kamu berdua mahu aku ajarkan perkara yang lebih baik daripada apa yang kamu minta daripadaku? Apabila kamu berdua berbaring untuk tidur, bertasbihlah (Subhanallah) 33 kali, bertahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan bertakbir (Allahuakbar) 33 kali. Ia adalah lebih baik untuk kamu berdua daripada seorang khadam."

Dicadangkan kepada ibu-ibu, suami-suami atau sesiapa sahaja yang merasai kepenatan setelah melakukan tugas-tugas harian supaya mengamalkan membaca 'Subhanallah' (33 kali), 'Alhamdulillah' (33 kali) dan 'Allahuakbar' (33 kali) pada setiap malam isitu sebelum melelapkan mata. Lakukanlah dengan penuh ikhlas dan istiqamah (berterusan), Insya-Allah petunjuk Nabawi ini mampu menyelesaikan bebanan-bebanan hidup seharian kita. Akan terserlah ceria di wajah pada keesokan hari dengan senyuman.

PeRjAlAnAn Yg BeGiTu MeNcAbAr...
Posted by AMIRAH95 at 7:55 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, March 11, 2012

RAHSIA KELEBIHAN SOLAT SUNAT TAHAJJUD


"Pada paras alfa, frekuensi otak berada dalam lingkungan 7 hingga 14 kitaran persaat. Paras ini merupakan paras seseorang dapat berhubung dengan minda bawah sedar dengan aktif. Pada paras ini seseorang akan berada dalam keadaan pertengahan antara 'sedar dengan lena'. Aktiviti minda pada ketika ini dalam keadaan tenang,santai dan rehat. Pada tahap ini anda aka...n berada dalam tahap kesedaran yang tinggi.

Paras alpha amat penting kerana anda dapat meneroka dan mengekstrak kemampuan minda anda. Pada ketika ini minda dan jiwa anda begitu hening sehingga anda berada pada tahap fokus yang tinggi. Fikiran anda begitu terang dan jelas dan mampu menjana minda bawah sedar pada tahap yang tinggi
Paras ini adalah sepertimana anda hampir-hampir hendak tertidur. Malangnya anda tidak dapat kekalkan keadaan ini. Hanya waktu yang singkat sahaja anda berada pada paras alfa ,lalu anda tertidur.Ini berlaku secara semulajadi.

Walaubagaimanapun, paras alpha boleh dicapai dengan menurunkan secara sengaja frekuensi otak ke tahap yang lebih rendah daripada keadaan sedar.

Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, 'Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke langit dunia. setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman, 'Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapakah yang mau meminta kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapa yang mau meminta ampun kepada-Ku lalu Aku ampuni?'"

Salah satu caranya ialah dengan anda melakukan qiaimulail. Pada ketika ini apabila anda bangun tidur terutamanya pada pertengahan malam, otak anda dalam keadaan hening dan tenang. Paras kortisol amat rendah pada waktu ini.

"Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Surah Hud:114)

Anda sebenarnya masih dalam keadaan yang mengantuk seperti mahu tidur lagi.Apabila anda melaksanakan solat tahajud misalnya, anda seperti hendak tertidur tetapi masih dalam keadaan berjaga.Pada ketika ini anda sebenarnya berada pada pertengahan antara sedar dan lena yang mana anda sebenarnya pada pada tahap frekuensi alpha . BIla anda dengan sengaja melakukan solat tahajud, anda dapat berada lebih lama dalam keadaan alpa.

Inilah salah satu rahsia kehebatan solat tahajud pada ketika kita melakukan qiaimulail.Begitu juga dengan amalan-amalan berzikir,membaca alquraan, muhasabah diri dan beristiqfar pada melakukan ibadah qiaimulail pada pertengahan malam adalah merupakan aktiviti yang mana meletakkan anda pada tahap paras alpha.

dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Ash-Shaaffat (37)

Pada tahap ini kesedaran dan fokus anda anda begitu tinggi hinggakan emosi anda akan lebih jelas iaitu seperti apabila anda mengenangkan dosa-dosa dan takut kepada azab Allah , hati anda akan mudah tersentuh dan anda benar-benar dapat merasakan kehebatan,kebesaran dan keagungan Allah. Mata hati anda akan menjadi terang supaya anda benar-benar bersungguh-sungguh untuk membuat persediaan bekalan untuk menghadapi kematian anda pada bila-bila masa.

Semoga kita dapat beramal...kalau tidak hari ini....mungkin esok atau di masa akan datang...(^_^)

Solat Tahajjud
Posted by AMIRAH95 at 7:11 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, February 19, 2012

Jangan tidur selepas subuh!

Kepada sahabat-sahabat yang disayangi mari kita muhasabah diri. Di sebalik diri kita ini, ada sifat pemalas yang perlu diubah. Jika kita tidak ubah tabiat pemalas kita ini, maka bermacam-macam impak negatif bakal menghanyutkan diri ke arah kemudharatan yang lebih besar.

Jika tidak sekarang, bila lagi bukan?Takkan mahu tunggu usia sudah senja baru kita terhegeh-hegeh mengubah diri. Ketika itu, tabiat pemalas kita sudah sebati dengan diri dan amat degil untuk disental segala kekotorannya yang sudah lama melekat dan merosakkan hati kita.
TABIAT PEMALAS YANG PERLU DIUBAH
Cuba cek diri kita, mana 1 menjadi amalan seharian :
1. Bangun subuh lewat
2. Tidur selepas subuh
3. Melewatkan waktu subuh
4. Ala kadar je bangun subuh
5. Tak bangun pun solat subuh
Sahabat-sahabat, masih ingat lagikah? Di waktu zaman berhingus dulu? Ustaz yang mengajar subjek Pendidikan Islam selalu bertanya di dalam kelas,
"Siapa yang tak cukup solat 5 waktu semalam, sila berdiri"
Tanpa segan silu, secara berjemaahnya kita pun bangun sahabat. Dan bila ditanya, rata-rata yang tak cukup solat 5 waktu, adalah kerana tidak bangun suboh. Kenapa ya sahabat?
Dan kenapa dari kecil lagi, kita dididik sebegini? Diberi penekanan betapa pentingnya bangun subuh dan meraikan ke"subuh"an dengan cara tidak tidur semula seperti bebelan mak kita.
"Jangan tidur lepas subuh. Rezeki tak masuk nanti"
"Anak dara tak manis tidur banyak. Matahari terpacak atas kepala baru nak bangun"
JIKA MAHU BERMUHASABAH
Rasulullah SAW tidak tidur selepas menunaikan solat subuh kerana Allah memberkati umat ini yang berpagi-pagi, "Ya Allah, berkatilah umatku yang berpagi-pagi." Untuk itu, para fuqaha' memakruhkan tidur selepas solat subuh.
Walaupun hakikatnya tiada dalil dan hadis-hadis soheh mengenai larangan tidur selepas subuh, dan yang ada cuma pendapat daripada para ulama mengenai tidur selepas subuh adalah MAKRUH tetapi tiada larangan tidur selepas subuh.
Dinukilkan oleh Imam as-Safarini mengenai kemakruhan tidur selepas solat Subuh dan Asar :"Dimakruhkan tidurmu -wahai mukallaf- selepas solat Subuh, kerana waktu itu adalah WAKTU MENCARI REZEKI dan berusaha (syara' dan 'uruf) di sisi orang yang BERAQAL".
Tetapi, kita sedar tak wahai sahabat?
Kenapa seharian hidup kita tidak bermaya dan tidak bersemangat?
Kadangkala kita pernah menangis kerana tiada duit untuk bayar sesuatu yang penting, malah setiap hari kita pohon kepada Allah agar dimurahkan rezeki, tetapi seolah-olah tiada kesannya?
Kalau orang perempuan, bermacam-macam jenis pencuci muka dicubanya semata-mata nak "kulit bercahaya".
Kalau orang lelaki pula, kerisauan yang tak menentu, jadi bermacamlah "ubat kuat" yang dipakainya.
Kita nak ke isteri macam ini? Nak ke suami yang sebegini?Masing-masing menggeleng tersengih sendirian. Jika kita tak nak pasangan seperti sedemikan rupa, maka kitalah orang pertama dahulu yang kena berubah. Bukan nanti, tetapi sekarang.
MASA UNTUK BERUBAH
Maka untuk itu tidak ada alasan lagi untuk menyeru kepada PERUBAHAN.
Buat diri, pastikan masa yang terluang selepas subuh diisi dengan pelbagai aktiviti yang bermanfaat. Jangan tidur terlalu lewat jika sayangkan waktu keemasan di kala subuh.
Buat ahli jemaah, sudahlah diri sibuk, hanya masa ini sahajalah waktu untuk belajar. Gunakan masa sebaiknya.
Buat suami, carilah rezeki. Jangan tidur.
"Kemudian setelah selesai solat, maka betebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing) dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan) supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat). -Surah Al-Jumuah (Ayat 10)
Buat isteri, masaklah, kemas rumah dan sebagainya. Takkan hilang seri rumahtangga kalau kehidupan bermula sebelum terbit fajar. Mak mertua pun tak bising lagi.
"Pesanan terpenting untuk para imam dan bakal imam terutamanya untuk diri sendiri, biasakan diri jangan tidur lepas subuh dan jangan tinggal solat jemaah di masjid, nanti selepas kahwin boleh didik isteri, kalau tak dua-dua hanyut."
Buat pelajar, kalau nak tips study smart ingat hadith ini "kalau tidur selepas subuh papa dan tidur selepas asar boleh jadi 'gila'." Jangan salah pilih waktu untuk belajar atau menghafal.''
Ibnul Qayyim pernah berkata,"Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya."
Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah bermalas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan bermalas-malasan pula.
Antara AKAL dan NAFSU. Pertarungan ini hanya dimenangi jika manusia bersandarkan IMAN. Jika tidak manusia sama sahaja seperti haiwan, tidak menggunakan akal dengan betul. Pembaziran masa adalah perkara yang sangat merugikan. Dan hanya syaitan yang suka pembaziran. Masa itu ibadah. Semoga Allah memberi kebijaksanaan dan kekuatan untuk kita sama-sama mengikut perintah-Nya.
Sedang Nabi melewati anaknya Fatimah RA yang sedang berbaring pada waktu Subuh, maka Baginda bersabda :
"Wahai anakku, bangunlah dan hadaplah rezeki Tuhanmu, dan janganlah engkau jadi dari kalangan orang yang lalai, sesungguhnya Allah membahagikan rezeki manusia di antara terbit fajar hingga terbit matahari." (Diriwayatkan al-Baihaqi)
Posted by AMIRAH95 at 4:23 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, February 6, 2012

PETUA IMAM SYAFIE

Empat perkara menguatkan badan:
  1. Makan daging.
  2. Memakai haruman.
  3. Kerap mandi.
  4. Berpakaian dari kapas.
Empat perkara melemahkan badan:
  1. Banyak berkelamin (bersetubuh).
  2. Selalu cemas.
  3. Banyak minum air ketika makan.
  4. Banyak makan bahan yang masam.
Empat perkara menajamkan mata:
  1. Duduk mengadap kiblat.
  2. Bercelak sebelum tidur.
  3. Memandang yang hijau.
  4. Berpakaian bersih.
Empat perkara merosakan mata:
  1. Memandang najis.
  2. Melihat orang dibunuh.
  3. Melihat kemaluan.
  4. Membelakangi kiblat.
Empat perkara menajamkan fikiran:
  1. Tidak banyak berbual kosong.
  2. Rajin bersugi (gosok gigi).
  3. Bercakap dengan orang soleh.
  4. Bergaul dengan para ulama.
4 CARA TIDUR
1. TIDUR PARA NABI
Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan bumi.
2. TIDUR PARA ULAMA’ & AHLI IBADAH
Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk solat malam.
3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA
Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak dimakan.
4. TIDUR SYAITAN
Menelungkup/tiarap seperti tidurnya ahli neraka.
Doa. Zikir… Itulah kekuatan seorang muslim :)

Posted by AMIRAH95 at 10:05 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, February 5, 2012

Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta.

Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahawa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam.

Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan sahaja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan. Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas.

Irhas bermaksud satu perkara luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada bakal nabi. Irhas dikategorikan kepada tiga:
  1. Irhas yang dinyatakan di dalam kitab yang tidak boleh diubah atau dipinda.
  2. Alamat-alamat kerasulan yang dibuktikan melalui perkhabaran daripada orang alim melalui ilham dan sebagainya.
  3. Kejadian luar biasa yang berlaku semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini kerana masih banyak lagi rahsia yang belum tersingkap.

Oleh itu penulis terpanggil untuk menyingkap kembali peristiwa di sebalik kelahiran baginda Junjungan Besar s.a.w.

Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Pertama, semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bondanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil.

Kehamilannya disedari melalui perkhabaran malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia.

Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi.

Tanah-tanah di persekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga haiwan-haiwan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, peperangan tentera bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. Ia diketuai oleh tentera bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi.

Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah.

Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam al-Quran. Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa.

Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata ``Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad.''

Semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi darjatnya daripada Nabi Isa dan Musa.

Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman.

Semasa baginda dilahirkan, bondanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria.

Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat.

Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan.

Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa.

Kemudian bondanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan ``Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik''.

Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah. Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua makhluk.

Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerosakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, ``Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, ``telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui.''

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda -tanda keruntuhan kerajaan tersebut.

Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah.

Setelah baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahawa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.

Dalam riwayat yang sahih dan masyhur, ketika baginda diasuh oleh ibu susunya iaitu Halimatus Sa'diah, ladang-ladang Halimah kembali menghijau setelah mengalami kemarau.

Begitu juga binatang ternakan seperti kambing mengeluarkan susu yang banyak. Selain itu, Nabi tidak pernah diganggu walaupun oleh seekor lalat termasuk juga pakaian baginda.

Halimah dan suaminya juga beberapa kali melihat tompokan awan kecil di atas kepala melindungi baginda daripada panas matahari.

Ketika berusia empat tahun, sedang baginda bermain-main dengan saudara susuannya, tiba-tiba datang malaikat mendekati baginda iaitu malaikat Jibril dan Mikail.

Lalu membelah dada baginda dan mengeluarkan segumpal darah dan mencuci gumpalan darah itu dengan salji. Ada yang meriwayatkan bahawa gumpalan darah itu dicuci di dalam bejana emas dengan air zam-zam, lalu diletakkan semula di tempatnya.

hal ini jelas diterangkan dalam surah Insyirah ayat 1 : Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?

Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda adalah khatamun nubuwwah, penutup segala nabi.

Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kepada kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekali gus sebagai bukti kerasulannya.

Di samping itu, bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir.

 
Posted by AMIRAH95 at 3:24 PM 2 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, January 22, 2012

Manshur bin AMMAR (Mati Lemas Kerana Bercinta Dengan Allah s.w.t.)

Ana terbaca sebuah buku yg bertajuk.."SEJARAH KEKERAMATAN 99 WALI ALLAH S.W.T". .
Menceritakn tentang wali-wali Allah s.w.t. antaranya Manshur bin Ammar.Ceritanya ialah...

Manshur bin Ammar r.a. berkata:
  Pada suatu hari,aku lihat ada seorg pemuda sedang khusyuk bersembahyang di dalam masjid.
Aku berkata dalam hatiku,tentu pemuda ini dari golongan para wali Allah.Aku duduk di situ sehingga
dia selesai dari sembahyangnya.Maka aku pun memberi salam kepadanya,dia menjawab salamku.
Seterusnya aku berkata kepadanya:
   'Sungguh khusyuk engkau bersembahyang!'komenku.Dia diam tidak berkata apa-apa,
hanya tersenyum sahaja.
  'Hai pemuda!'kataku.'Tahukah engkau bahawa di Jahannam itu ada suatu lembah yang 
dinamakan Lazha.Neraka itu mengupas kulit kepala.Dia memanggil-manggil org yg berpaling dari kebenaran.Juga org yg mengumpulkn harta dan menyimpannya!'
  Pemuda itu menarik nafas panjang.lalu jatuh pengsan.Setelah dia sedar,dia meminta aku menyambung lagi tentang berita-berita yang serupa itu,katanya:
  'Ada lagikah berita-berita tentang akhirat yg lain,mudah-mudahan Allah s.w.t. merahmatimu!'katanya.
  Aku pun membacakan pula ayat al-Quran sepertimana berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَنَ مَا يُؤْمَرُونَ


Ertinya:
 "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS, 66:6)

  Mendengar ayat tersebut,maka pemuda itu lalu rebah tidak berdaya lagi,dan disitulah juga dia telah menghembuskan nafasnya yg terakhir.Dia telah meninggal dunia,mudah-mudahan Allah mencucurkan rahmat-Nya ke atas arwah beliau.
  Aku menguruskan jenazahnya,ketika menanggalkn pakaiannya untuk memandikan,aku lihat tertulis di dadanya dengan pen Qudrat Illahi:Dia berada di dalam kehidupan yg diredhai.Di taman syurga yg tinggi,buah-buahannya berjuntai-juntai untuk dipetik!
  Aku lalu memandikannya,kemudian mengkafankannya.Sesudah itu aku sembahyangkan ia serta mengebumikan.
  Pada malamnya,aku lihat dalam mimpiku dia sedang duduk berehat di atas katil emas dan di kepalanya terletak sebuah mahkota emas yg dibaluti dengan mutiara yg berkilau-kilauan,sedang dia senang dan bahagia.Lalu aku bertanya kepadanya:
 'Apa yg dilakukan Allah terhadapmu?'
 'Allah telah mengampuniku serta memberiku pahala seperti pahala ahli Badar,malah diberiku lebih dari itu,'jawabnya kepadaku.
'Kenapa sampai begitu?'aku bertanya kepadanya 
'Sebab mereka terbunuh dengan pedang kaum Musyrikin,manakala aku mati kerana lemas daripada kecintaan Allah Maha Pengampun Maha Perkasa!'
Itulah ceritanya...harap-harap cerita ini boleh jd pedoman hidup kita..  
Gambar Hiasan
 
Posted by AMIRAH95 at 6:20 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, January 21, 2012

Malaikat Maut Mengintai Kita 70 kali Sehari




Gambar Hiasan

Memang tiada siapa pun dapat menduga bila saat kematian mereka akan tiba. Sebab itu ramai yang masih leka dan tiada persediaan ‘menanti’ saat kematian mereka. Allah berfirman yang bermaksud:
“Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali.” (Surah al-Anbiyak ayat 35)
Tahukah kita bahawa malaikat maut sentiasa merenung serta melihat wajah seseorang itu 70 kali dalam sehari? Andainya manusia sedar hakikat itu, nescaya mereka tidak lalai mengingati mati.
Oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak dapat melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyedari apa yang dilakukan malaikat Izrail.
Hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Bahawa malaikat maut memerhati wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail: ‘Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok dan bergelak ketawa.’”
Justeru, tidak hairanlah, jika ramai manusia yang masih mampu lagi bergelak sakan dan bersenang-lenang seolah mereka tiada masalah yang perlu difikirkan dalam hidup. Takdirnya esok hari terakhir Allah ‘pinjamkan’ nyawa kepada kita untuk bernafas di muka bumi ini adakah kita sudah cukup bekalan bagi menghadapi dua fasa berikutnya iaitu alam barzakh dan alam akhirat?
Tiada seorang pun di dunia ini dapat menggambarkan bagaimana perasaan dan pengalaman mereka menghadapi saat kematian. Ajal tidak mengenal sesiapa sama ada mereka itu tua, muda, sihat, kaya atau miskin. Rasulullah s.a.w juga menjelaskan dalam hadisnya bahawa kesakitan ketika hampir mati itu seperti ditetak 100 kali dengan pedang tajam atau seperti dikoyak kulitnya dari daging ketika hidup-hidup. Bayangkanlah betapa sakit dan dahsyatnya saat menghadapi kematian. Kalau hendak diikutkan siapa yang hendak nyawanya dicabut dalam keadaan yang amat menyeksakan.
Maka amat beruntunglah sesiapa yang matinya dalam keadaan khusnul khatimah (kebajikan).
Salman Al-Farisi meriwayatkan hadis Nabi s.a.w yang bermaksud: “Perhatikanlah tiga perkara kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berpeluh pada pelipis pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya kembang kempis.
“Manakala jika ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak gelap dan keruh dan mulutnya berbuih, menandakan menandakan azab Allah sedang menimpa dia.” (Hadis riwayat Abdullah, al-Hakim dan at-Tarmizi)
Kematian ‘menjemput’ manusia secara perlahan-lahan atau beransur-ansur mulai aripada jasad, hujung kaki kemudian ke paha. Bagi orang kafir pula, apabila nyawanya hendak dicabut Izrail, wajahnya akan menjadi gelap dan keruh dan dia mengeruh seperti binatang yang disembelih. Itu pula tanda azab yang diterimanya disebabkan dosa dan kekufuran mereka.
Al-Qamah bin Abdullah meriwayatkan hadis Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Bahawa roh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan bersopan sementara roh orang kafir pula akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar.”
Allah juga turut menimpakan seorang Muslim yang berdosa itu dengan kekasaran ketika mereka menghembuskan nafasnya yang terakhir sebagai kaffarah dosanya. Mungkin ada juga orang kafir yang mati dalam ketenangan mungkin kerana ketika hidupnya dia berbuat kebajikan dan itu adalah balasan terhadapnya kerana setiap kebajikan pasti akan dibalas. Tetapi kerana tidak beriman, ia tidak menjadi pahala kebajikan dan kekufurannya tetap diazab pada hari akhirat kelak.
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut.
“Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. “Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”
Malaikat Izrail menjalankan arahan Allah s.w.t dengan sempurna. Dia tidak diutuskan hanya untuk mencabut roh orang sakit saja ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Kematian mungkin berlaku kerana sebab bencana seperti gempa bumi, banjir, kebakaran dan ada juga yang matinya disebabkan kemalangan, diserang penyakit berbahaya seperti kanser, jantung, Aids, denggi dan taun. Seorang yang sedang sakit tenat, menjadi rahmat yang tinggi nilainya kerana Allah masih memberi peluang supaya mereka sedar akan kesilapan yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
Maka waktu itu mereka masih berpeluang bertaubat dari dosa dan kesilapan. Begitu juga halnya dengan orang mati mengejut disebabkan kemalangan. Ia memberi pengajaran dan peringatan kepada mereka yang masih hidup supaya berhati-hati dan tidak lalai berusaha untuk memperbaiki diri.
Justeru, bagi mereka yang masih diberikan nikmat kehidupan perlu sentiasa mengambil iktibar terhadap segala yang berlaku. Allah menjadikan sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut. Saidina Abbas meriwayatkan dalam sebuah hadis antara lain menerangkan malaikat Izrail berasa sedih apabila ditugaskan mencabut roh makhluk bernyawa. Ini kerana antara makhluk bernyawa itu adalah termasuk manusia yang terdiri daripada kekasih Allah iaitu Rasul, nabi, wali dan orang soleh. Malaikat maut mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi keturunan Adam a.s.
Dia mungkin dicemuh kerana mencabut roh manusia yang mana menyebabkan orang berduka cita akibat kehilangan orang tersayang dalam hidup mereka. Justeru, jika seseorang Muslim itu meninggal dunia, beberapa langkah penting perlu dilakukan seperti menempatkan jenazah di tempat yang sesuai sebagai menghormatinya, sunat meletakkan keadaan kakinya menghala ke arah kiblat, tanggalkan pakaian berjahit, tutupkan jenazah dengan sehelai kain nipis ke atas seluruh jasadnya, rapatkan kedua-dua belah matanya dan mulutnya, letakkan kedua-dua tangan jenazah di atas dadanya sebagaimana dalam keadaan qiam (berdiri) ketika solat, letakkan sesuatu yang sederhana berat di atas perutnya seperti gunting dan pisau serta sunat bagi yang hidup mencium jenazah. Umat Islam dilarang mengaitkan kematian seorang Muslim itu dengan tanda tertentu.
Itulah yang menyebabkan umat Islam semakin mundur kerana terlalu banyak mempercayai perkara khurafat dan tahyul. Jika ada kematian seperti kemalangan contohnya kita ditegah untuk bertanya kepada waris apakah perbuatan ganjil yang dilakukan sebelum kematiannya. Tiada siapa pun dapat mengelak daripada mati melainkan Allah dan kematian tetap akan datang tepat pada masanya.
Apabila sampai ajal seseorang, umat Islam digalakkan memberi nasihat kepada keluarga si mati supaya bertenang dan banyakkan bersabar. Islam menegah amalan keterlaluan seperti menjerit dan meratapi kematian. Mereka yang masih hidup peluang perlu dimanfaatkan dengan memperbaiki keadaan diri yang ternyata banyak melakukan kesilapan dan kesalahan. Tiada daya atau usaha yang boleh menyelamatkan kita daripada kematian. Kematian menjadikan hati manusia menjadi sedih serta berpisah dengan keluarga tercinta. Hanya amalan soleh saja akan membawa kita bertemu Allah.
Posted by AMIRAH95 at 11:38 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, January 13, 2012

Indahnya biru, harunya perpisahan




Sebiru hari ini, birunya bagaikan langit terang benderang,

Sebiru hati kita, bersama di sini,

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga,

Seindah hati kita, walau kita kan berpisah,

By:  Edcoustic’Sebiru Hari ini’

***








Pertemuan, kebersamaan dan perpisahan --> adalah bagian dari warna-warni kehidupan kita di dunia ^_^

Perpisahan itu akan selalu ada, karena kita pernah berjumpa, bersama, dalam canda tawa dan bahagia.  Setiap tetes airmata yang tertumpah di hari ini, akan menjadi saksi atas jalinan ukhuwah yang selama ini kita simpul seerat-eratnya.

Tak ada kata yang pantas terucap sahabat….. hanya derai bening yang selalu bertaburan, mengucap selamat jalan, silakan lanjutkan perjuanganmu ke arah yang lain, ditempat yang baru, yang akan menjadi jarak pertemuan kita.

Hari ini, jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga.  Namun percayalah sahabat….. hati kita akan selalu terikat.  Jalinan ukhuwahnya akan semakin erat, semakin jauh ragamu melangkah, semakin hatimu mendekat.

Tidak usah terlalu bersedih, sahabat….. berbahagialah, karena engkau akan menemukan suasana yang baru, bukan disini lagi, tapi disana.  Cukuplah setiap kenangan yang telah kita tanam, akan menjadi kenangan yang tumbuh subur, menyemaikan benih-benih cita diantara kita.  Karena kita tak harus disini, kita tak harus selalu bersama, kita harus melanjutkan langkah ini, mungkin ke tempat yang lain, yang siap untuk kita tapaki.

Perkuat langkahmu sahabat….. yakinkan diri dan hatimu, hari esok pasti lebih cerah, hari esok adalah harapan yang harus diraih.  Pandang senyumannya yang lebar, tatap wajahnya yang ceria, hari esok adalah bahagia.  Yakinlah sahabat, cinta dan cita kita selalu bersatu.  Kita akan bersatu selamanya, dalam cahaya persahabatan ini.

Sahabat….. segala rindu yang akan muncul, segala nafas yang akan berhembus, segala harapan yang akan kita raih, segala langkah yang akan kita ayunkan, yakinlah disana ada sukses. Di sana ada keberkahan, dan di sana pasti ada cinta.

Sahabat….. biarkan aliran airmata ini jatuh sesukanya, biarkan dia mengalir, mengucap kata seindah-indahnya.  Biarkan dia, karena airmata tak berarti sedih, airmata tak berarti duka, airmata adalah juga lambang bahagianya hati.  Biarkan dia menemani kita di hari ini.  Biarkan…..Karena dia memang hadir untuk ini, untuk sebuah perpisahan.

Sahabat….. selamat melanjutkan langkahmu, selamat berjumpa lagi di tangga kesuksesan, dalam senyum yang lebih indah…..

***

Sahabat…..

Mulai hari ini, kembalilah tersenyum dalam wajah barumu…

:) :) :)

Posted by AMIRAH95 at 6:57 PM 1 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, January 12, 2012

AMALAN SEBELUM TIDUR... SELAMAT BERAMAL...


Assalamualaikum....sekadar ingin berkongsi 
  Perkara Sebelum Tidur( Tafsir Haqqi )

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur
sebelum melakukan empat perkara, yaitu :

1. Sebelum khatam Al Qur'an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh....

"Bertanya Aisyah :

"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara
seketika?"


Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas
tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul
lahuu kufuwan ahad' ( 3 x )



Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua
akan memberi syafaat di hari kiamat.

Bismillaahirrohmaanirrohiim,Alloohumma shollii 'alaa syaidinaa
Muhammad wa'alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )



Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum
wa atuubu ilaih ( 3 x )




Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha
illalloohu alloohu akbar(3 x )


Sekian untuk ingatan kita bersama.

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang lain.Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. SELAMAT BERAMAL....
Posted by AMIRAH95 at 6:51 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tuesday, January 10, 2012

Rintihan Hati Ku


Diri ini masih lagi mampu,
Diri ini masih lagi kuat,
Gagah berdiri terus menanti,
Harapan Kasih Dari ilahi,

Segalanya telah tertulis,
Segalanya telah direncanakan,
oleh Mu Yang Maha Mengetahui
dan Maha Bijaksana,

Walaupun ianya hadir hanya seketika,
tapi ku bersyukur kerna kurniaan,
akan nikmat Mu yg dipinjamkan,
kepada ku yg hina ini.

Ya Allah Ya Rabbana,
daku redha atas ketentuan Mu,
sebaik-baik perancangan,
kesempurnaan datangnya dengan izinMu.

Apalah lagi daku mampu,
berdoa setelah mencuba,
apalah lagi daya ku,
terus mengharap cinta dari Mu

Memang mudah melafazkan sabar,
tapi agak perit untuk dilalui,
memang mudah mengukirkan senyuman,
tapi hati siapa yang tahu.

bagaimana mampu dilepaskan apa yg disayangi,
sedangkan diri sudah mula mendekati,
bagaimana mampu aku melawan suratan takdir,
sedang redhaMu yang ku dambakan..

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim,
tangisan ku dalam doa,
menadah tangan dan meminta,
kecekalan dan ketabahan,
setiap apa ketentuan Yang Maha Esa


.: terbit dari hati yang hina :.

Allah SWT telah berfirman:
''Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?”
“Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)
Posted by AMIRAH95 at 8:54 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, January 7, 2012

Kem Smart Ibadah 2011 bersama KIPSAS

Salam kpda semua pembaca blog ini..
Lame dah saya tidak menaip apa-apa artikel sampai hari ini..Artikel kali ini bagi saya agak menarik sikit..sbb saya ingin ceritakan sesuatu tentng saya n semua pelajar-pelajar ting.1,2 dan 4 yg menetap di asrama pda thun lepas mengikuti KEM SMART IBADAH bersama siswa n siswi KIPSAS bg thun 2011..ini kali ke-2 saya mengikuti kem ni pada thun 2010 sekali,seronok..
    Hari pertama,Jumaat pada pukul 2.30ptg(lebih kurng ler)..kakak2 n abang2 FASILITATOR drpada KIPSAS sampai ke sekolahku...diriku gembira sangat2..3hari kami bersama..
   Dipendekkn cerita..pada hari ke-3 iaitu hari Ahad..mereka semua akan balik,pada pukul 4ptg lebih kot..saya pun dah lupa...diriku selalu mengikut kakak seorg itu,saya ingin tngkp gmbar bersama dgnnya tapi dia punya henset tiada memory card..sedih sikit sbb nak berpisah buat kali ke-2..
   Selepas dia berangkt pulang,saya keluar pergi beli mknan n rase nk menngis tp than sja..masuk saja bilik terus mengalir air mata..menangis terkedu-kedu...smpai ler tertido..n masa bngun tido xbuka lg mata,mengalir lg air mata teringtkn dia n mereka semua...
   Saya teringt masa dia sakit perut,masa itu saya lihat saja dia wlaupun diorg tngh buat apa enth..saya tngok je smpai kawan dia urut blkgnya suruh bersbr rsenya..lepas itu saya pergi pdanya tp xdkt ler..jauh sikit n ckp nk ubat tak..saya bg ler minyk n dia ckp buat apa..saya bgthu bubuh kat perut ler..Dia xnk juga..n satu lg peristiwa,masa tu saya,dia,kak Ieqa n abg Bob jln bersama ni..Abg Bob usik dia,abg Bob ckp <..c...>.adik kmu tu..lps tu dia ckp mana ade,lpas tu abg Bob usik saya pulk..tu akak awk pnggil..saya senyum je..kak Ieqa tngok je kami..
   Itulah ceritanya...SAYA RINDU PADANYA...HUHUHU,kalau dpt berjumpa lg kan bgus..




 . 


  

Posted by AMIRAH95 at 8:23 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Location: SMK Paloh Hinai, 26650 Pekan, Pahang, Malaysia
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Welcome..


Mengenai Saya

My photo
AMIRAH95
KUANTAN, PAHANG, Malaysia
Seorang Hamba ALLAH yg diamanahkan menjadi Khalifah di Dunia ini,insya-Allah. Dilahirkan di HTAA,Kuantan. Ingin mencari KEREDHAAN Illahi..
View my complete profile

Facebook

Amirah Ismail

Reka Lencana Anda

Kalender Islam

MAse Terus B'detik

Salat times for Bandar Chini, ٢٦٦٩٠ Chini, Pahang, Malaysia
Jalan. Muslim Prayer Times Widget by Alhabib.
Get Your Prayer Times Widget!

Suara Kedamaian..

Pelawat

Nama2 Allah


visitor

hit counter
hit counter

Followers

Arkib Blog

  • ►  2015 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2012 (12)
    • ▼  December (1)
      • KeMaTiAn...
    • ►  April (1)
      • Petua Penawar Kepenatan
    • ►  March (1)
      • RAHSIA KELEBIHAN SOLAT SUNAT TAHAJJUD
    • ►  February (3)
      • Jangan tidur selepas subuh!
      • PETUA IMAM SYAFIE
      • Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.
    • ►  January (6)
      • Manshur bin AMMAR (Mati Lemas Kerana Bercinta Deng...
      • Malaikat Maut Mengintai Kita 70 kali Sehari
      • Indahnya biru, harunya perpisahan
      • AMALAN SEBELUM TIDUR... SELAMAT BERAMAL...
      • Rintihan Hati Ku
      • Kem Smart Ibadah 2011 bersama KIPSAS
  • ►  2011 (2)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)

rest the mind...

tutorial here [close]

I love My Blog

get this widget here

My Blog List

AMIQA 95. Theme images by konradlew. Powered by Blogger.